Senin, 22 Agustus 2011

C20 tgl 21 Agustus malam


Minggu malam saya tidak tahan untuk tidak mampir di C20. Hampir semua lampu dinyalakan. Ternyata Pak Amran, sang mandor yang serbabisa, sedang melakukan final check. khususnya di sektor penerangan. Maklum, besok Amran dan tim Sukabumi sudah mau pamit mudik duluan. "Mahal, pak. Kalo mudik mepet hari lebaran," katanya.

Hampir semua lampu memang sudah terpasang rapi. Lampu buatan Jerman, Italia dan Spanyol keluaran tahun 70an, paling mendominasi. Bentuknya ada yang seperti semangka, durian, topi haji hingga bulat susu. Dari dus-nya yang sudah lusuh, tertera nama perusahaan dan asal negaranya.

Di mana mendapatkan lampu baru stok lama ini?

Tidak sengaja saat saya mengubek-ngubek kawasan Kenari, di daerah Salemba. Ada satu toko, engkohnya awalnya rada tengil. Kurang bersahabat. Namun setelah bercakap-cakap sebentar, saya menemukan beberapa koleksi lampunya yang berbeda dibanding toko-toko sebelah. Itu pun disimpan agak tersembunyi dan berdebu.

Tanya-tanya dikit, si engkoh mulai lancar bercerita. Sebetulnya lampu itu adalah dagangan almarhum papahnya yang dulu jualan lampu di kota. "Papah saya salah satu pedagang lampu yang top dan ramai di (jakarta) kota," cerita Koh Pin.

Singkat cerita, saya kemudian menebus 9 lampu dari 5 jenis yang berbeda. Harganya bervariasi dari Rp 250 ribu hingga jutaan perak. "Tapi saya gak janji ya, harus bongkar-bongkar gudang kalo bapak mau yang produk baru stock lama (bukan display)," wantinya.

Setelah sabar menunggu hampir 3 bulan, akhirnya saya mendapatkan 9 lampu yang khas buatan 70an di mana era Jengki memang sedang mewabah.

Sisanya, saya membeli lampu sekarang. Rata-rata buatan Philips. Itu pun saya memilih model yang tidak lazim. Kemudian dipadukan beberapa lampu tembak LED buatan CE.

Khusus lampu balkon, merupakan lampu buatan Italia yang saya temukan lewat internet. Kayaknya buatan tahun 50an. Semprong warna kuning, dengan bodi terbuat dari besi kokoh dan berat.

Kombinasi lampu-lampu inilah yang dinyalakan pak Amran tgl 21 Agustus malam. Saya pun terpana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar