www.rumahcantik2a.blogspot.com This blog is made for the hobby and dedicated to my daughters, Adis and Anet. Quoting, downloading and using of the writings and photographs for any reason without written permission from the blog administrator are strictly prohibited. Just enjoy
Selasa, 18 Oktober 2011
DETAIL DAPUR
Zinc = TEKA dua lubang
Keran = TOTO dengan fitur air panas dan air dingin
Table top = Granit Emerald Pearl ada juga yang menyebutnya artic blue (www.omniamarble.com) dan Labrador Scuro (www.italian-marble.com)
Dinding = Marmer Palisandro Starsauto
Kusen = Jati
Jumat, 14 Oktober 2011
TOILET KAMAR UTAMA (main bedroom toilet)
Inilah ruangan yang paling saya favoritkan. Ruang paling private dan pasti berfungsi setiap hari. Minimal 2 kali dalam sehari, saya pasti memanfaatkan toilet yang terletak menyatu dengan kamar utama. Apalagi kebiasaan saya sejak masih kecil, toilet adalah salah satu tempat yang sering sekali menghadirkan ide cemerlang.
Karena itu, saya sangat serius mempersiapkan material toilet kamar utama ini. begitu banyaknya referensi yang saya buka, sampai beberapa kali ganti rencana untuk jenis material yang digunakan.
Kebimbangan paling dirasakan saat ingin membeli produk sanitry. Tadinya hampir sekali mengambil produk Grohe atau Hans Grohe. Maklum, produk sanitary buatan Jerman yang terletak di Jakarta Desain Center dan Panglima Polim ini silih berganti menawarkan harga diskon yang cukup menggiurkan. Sekadar informasi, Grohe dan Hans Grohe ini dulunya adalah perusahaan sanitary dari keluarga yang sama, GROHE. Namun konon ada perpecahan keluarga, sehingga kini mereka menjadi dua perusahaan berbeda dan bersaing ketat. Persaingan itu berimbas hingga ke Jakarta.
Paket yang ditawarkan meliputi keran air, westafel, kloset, bidet, shower dan perlengkapan sanitary lainnya. Harga berkisar 4 hingga 6 juta rupiah. itu setelah diskon sekitar 40%. Masih sedikit lebih mahal dibanding harga normal produk TOTO atau American Standard (AMSTAD).
Namun seorang rekan mengingatkan soal kelengkapan onderdil. "Bila sampai ada yang rusak atau ganti, apakah komponen Grohe dan Hans Grohe tersedia di pasar Indonesia?"
Saya pun akhirnya ke brand paling aman, TOTO. Membeli di Mitra 10, supemarket bangunan atau toko material, pastinya rata-rata berharga normal alias price list. Saya pun menuju kawasan Rawasari dan Kenari Mas di Jakarta Pusat. Ternyata bila pandai bernegosiasi, salesman bisa memberi diskon antara 30 hingga 33%. Tanpa pikir panjang lagi, satu set produk TOTO kini diboyong ke toilet kamar utama.
Untuk pintu, menggunakan kayu jati dari Jawa Timur. Hanya di bagian tengahnya dari kaca dengan model es, supaya tidak tembus pandang. Semua kelengkapan pintui (handle, kunci, engsel, door stop) menggunakan produk RAFES from England. Penggantu handuk susun dua, juga dari produk RAFES.
Material kayu jati juga digunakan untuk jendela. Satu desain krapyak, satunya lagi dari bahan kaca. Sebagai pengaman, dipasang teralis besi solid. Persis dengan desain teralis pada ruangan lainnya. Dan untuk mencegah nyamuk, dipasang kasa bermagnet.
Bagaimana dengan dinding? Seluruh dinding empat sisi, di bagian 2/3 paling atas menggunakan marmer Italia EMPIRE yang seukuran triplex. Marmer Empire ini juga digunakan di lantai dasar (Ground Floor) Pacific Place SCBD dan Pondok Indah Mall 2. Karena berbentuk triplex, dan request dengan potongan paling minimal, pemasangan marmer Empire juga terbilang rumit. Apalagi harus ditambahkan meja dari bahan Empire untuk westafel. Puas karena memang sangat minim potongan, kecuali tentu pada titik persambungan dan sudut yang tidak begitu terlihat.
Lalu apa yang mengisi sisa 1/3 bagian terbawah? Dengan budget terbatas, saya kemudian memanfaatkan sisa marmer Verde Patricia yang konon diimpor dari Pakistan. Dengan alasan, dinding bagian bawah inilah yang paling sering terkena air dan rawan lembab. Dan Verde Patricia yang berwarna hijau tua ini adalah salah satu marmer yang paling kuat dan tahan terhadap perubahan akibat zat lain atau cuaca. Ingat, verde patricia ini adalah sisa dari penggunaan di toilet kamar atas. Efisien dan smart.
Sebagai pemanis, antara EMPIRE dan VERDE PATRICIA dihubungkan oleh lis setebal 12 cm. Ini dari marmer RAIN FOREST GOLD dengan serat yang kasar. Ingat! ini juga sisa dari anak tangga utama. Setelah dihitung, lis rainforest gold 12 cm ini masih ada tersisa sepanjang hampir 10 meter lari. Cocok dengan luas toilet empat bidang dinding.
Untuk lantai, terbagi dua bagian. Bagian kering, menggunakan Marmer jenis Empire yang sama dengan dinding atas. Warnanya lebih cenderung ke cream, dengan aksen sedikit hijau, dengan ulir nuansa alam. Kilau marmer Empire paling tahan lama dan khas. Itu sebabnya, lantai Pacific Place dan Pondok Indah Mall2, memilih marmer Empire sebagai material lantai Ground Floor.
Lalu bagian lantai basah, yang selalu terkena air saat mandi dari shower, adalah marmer rain forest gold dengan permukaan yang timbul. Seperti urat-urat kayu yang bisa diraba dan konturnya kuat terasakan. Marmer rain forest ini adalah sama dengan ujung anak tangga di ruang utama dan lis dinding toilet utama ini. Semoga match antara dinding dan lantai.
Di bagian plafon, dipasang lampu Philips dan exhaust fan KDK yang sangat klasik. Kini saya pun semakin menikmati toilet untuk menggali ide segar dan gagasan kreatif. Apalagi, semua perlengkapan TOTO dipilih yang serba otomatis. Plus siraman air hangat dari produk INTI SOLAR yang 99% mengandalkan kemurahan hati sinar matahari.
MAIN BEDROOM TOILET
This is my most favorite of the room. The most private space and must serve every day. At least 2 times a day, I definitely use the toilet which is located together with the main room. Especially my habit since I was boy, the toilet is one place that often presents a brilliant idea.
Therefore, I very seriously preparing this material the master bedroom toilet. so many references that I open, up to several times changing the plan for the type of material used.
Indecision most felt when I want to buy products sanitry. Was almost completely taken Grohe or Hans Grohe products. Understandably, sanitary products made in Germany are located in Jakarta Design Center and jl Panglima Polim alternating offer discount rates is quite tempting. For your information, Hans Grohe and Grohe this used to be a sanitary company of the same family, Grohe. But supposedly there is breakdown of the family, so now they are two different and competing companies. Competition was affected up to Jakarta.
Packages offered include tap water, westafel, toilet, bidet, shower and other sanitary fixtures. Price ranges from 4 to 6 million rupiah. after discount about 40%. Still a bit more expensive than the normal price of TOTO and American Standard (AMSTAD) products.
However, a colleague reminded about the completeness of the parts. "If they are damaged or replaced, if the component and Hans Grohe Grohe available in Indonesia market?"
I was finally into the safest brand, TOTO. Buying at Mitra 10, supemarket building or store material, definitely worth the average normal price list. Because of that, I went to the Rawasari area and Kenari Mas in Central Jakarta. Apparently when negotiating clever, a salesman may give a discount of between 30 to 33%. Without another thought, a set of TOTO products are now brought to the master bedroom toilet.
For doors, using teak wood from East Java. Only in the middle of the glass with ice model, so do not show through. All fittings doors (handles, locks, hinges, door stop) using the product RAFES from England. Towel hanger stacking two, also from RAFES products.
Teak wood materials are also used for the window. One Krapyak design, other than glass materials. As a safety reason, solid iron bars installed. Just with a trellis design in other rooms. And to prevent mosquito netting mounted magnet.
What about the wall? The entire wall of the four sides, at the 2/3 at the top using EMPIRE Italian marble, sized triplex. Empire Marble is also used on the ground floor (Ground Floor) Pacific Place, SCBD and Pondok Indah Mall 2. Because the triplex form, and request the discount at the very least, the installation of marble Empire is also somewhat complicated. Moreover, the material should be added to the table of the Empire for westafel. Satisfied because it is very minimal cuts, except of course at the junction point and angle are not so visible.
So what fills the remaining 1/3 the bottom? With a limited budget, I then use the rest of the Verde Patricia marble is i know to be imported from Pakistan. With reason, the bottom wall is the most frequently exposed to water and prone to damp. And Patricia Verde a dark green marble is one of the most robust and resistant to change due to weather or other substances. Remember, this patricia verde is a remnant of the use of the toilet room upstairs. Efficient and smart.
As a sweetener, between EMPIRE and Patricia VERDE connected by 12 cm thick line. This is of marble RAIN FOREST GOLD with coarse fibers. Remember! This is also the rest of the main staircase. Once calculated, rainforest gold trim 12 cm is still left along the nearly 10-meter run. Match the toilet four broad areas of the wall.
For the floor, divided into two parts. Dry floor, use Marble Empire same type of wall. More likely to cream color, accented with a little green, with a thread of natural shades. Empire marble sheen most durable and distinctive. That is why, floor Pacific Place and Pondok Indah Mall2, Empire chose marble as flooring material Ground Floor.
Then Wet floor, which is always exposed to water in the bath from the shower, i choosed rain forest gold marble surfaces that arise. Like the veins of the wood that can be touched and felt strong contours. Marble rain forest is the same as the end of the stairs in the main room and main bathroom wainscoting. Hopefully can be match between the walls and floors.
On the ceiling, mounted Philips lights and exhaust fan KDK very classic. Now I even more enjoy the toilet to explore fresh ideas and creative ideas. Moreover, all selected TOTO fixtures that completely automated. Plus spray of warm water from INTISOLAR products are 99% rely on the generosity of the sun.
Selasa, 11 Oktober 2011
TUNGGU: PAGI INI JV AKAN DIFOTO LENGKAP
Setelah bergelut hampir 6 bulan dalam proses pergulatan renovasi, akhirnya proyek Jengki Vintage dapat disebut sudah rampung. Tentu masih ada satu dua item, yang sejatinya belum kelar betul. Tapi kalo nunggu benar-benar beres, pasti tidak akan ada selesainya. Padahal banyak permintaan dari kerabat dan sahabat yang ingin melihat hasil JV secara utuh melalui foto. Maklum untuk ke wilayah Cibubur, bukanlah perkara mudah. Macet dan jauh.
Jika tidak ada aral, beberapa jam lagi seorang sahabat saya yang kebutulan hobi memotret, bersedia meluangkan waktunya untuk memotret secara utuh satu per satu sudut ruangan. Lengkap dengan atribut dan aksesoris rumah yang kami adaptasi. Doakan semoga sesi pemotretan berjalan lancar.
Paling cepat entar malam, sepulang dari kantor, saya akan upload beberapa hasil jepretannya. Fotografernya siapa ya? Aduuuhh, bosssss.. Entar saya tanyaken dulu ya. Apa beliau bersedia. Ini memang murni faktor pertemanan, tidak ada unsur komersial. Seperti juga sifat blog rumahcantik2a. Murni karena hobi dan ingin berbagi informasi secara kekeluargaan.
sabar ya
Jika tidak ada aral, beberapa jam lagi seorang sahabat saya yang kebutulan hobi memotret, bersedia meluangkan waktunya untuk memotret secara utuh satu per satu sudut ruangan. Lengkap dengan atribut dan aksesoris rumah yang kami adaptasi. Doakan semoga sesi pemotretan berjalan lancar.
Paling cepat entar malam, sepulang dari kantor, saya akan upload beberapa hasil jepretannya. Fotografernya siapa ya? Aduuuhh, bosssss.. Entar saya tanyaken dulu ya. Apa beliau bersedia. Ini memang murni faktor pertemanan, tidak ada unsur komersial. Seperti juga sifat blog rumahcantik2a. Murni karena hobi dan ingin berbagi informasi secara kekeluargaan.
sabar ya
Senin, 03 Oktober 2011
SURPRISED: Blog rumahcantik 2A dibaca 5 BENUA
Tak diduga, dari sebuah coret-coretan iseng Blog ini: www.rumahcantik2a.blogspot.com, yang dimulai dari Juni lalu, ternyata sudah dikonsumsi di 5 benua. Data ini diperoleh dari stats blogger yang bisa diakses siapapun.
Padahal niat awal pembuatan blogspot yang Anda baca sekarang, adalah agar ide dan gagasan tentang renovasi rumahcantik2A tidak hilang atau terlupakan. Untuk hobi pribadi, dan sangat bersyukur sekiranya bisa memberi sedikit inspirasi untuk sahabat, teman, handai taulan atau bahkan orang yang sebelumnya saya tidak kenal.
Dan hari ini, menurut catatan stats blogger: www.rumahcantik2a.blogspot2A.com telah dibaca oleh ribuan orang. Mayoritas memang dari negeri sendiri, maklum blog ini menggunakan bahasa ibu saya, Indonesia. Yang mengejutkan, ternyata juga cukup rutin dibaca oleh pengguna internet dari 5 benua. Lima besar negara paling sering setelah Indonesia, adalah:
1. Malaysia
2. United Sates of AMerica
3. Singapore
4. Japan
5. Germany
Sementara kelompok netter yang lumayan sering dari negara di luar 5 besar adalah:
6. Nigeria
7. Kanada
8. Yunani
9. Belanda
10. Thailand
11. Latvia
12. Australia
13. Brazil
14. Sweden
15. Russia
16. Saudi Arabia
17. Korea Selatan
18. Lebanon
Tidak jelas apakah netters yang memanfaatkan informasi blog ini adalah semuanya orang-orang Indonesia yang bermukim di luar negeri atau bukan. Fitur statistik blogger, tidak bisa mendeteksi hal tersebut. Satu hal yang pasti, content bahasa Indonesia bisa dengan mudah dialihbahasakan dengan software google translate. Meski tentu saja hasilnya tidak 100% maksimal. Juga bisa saja netters hanya butuh melihat-lihat foto dan judul. Itu sebabnya, kini sengaja saya agak sering memilih judul berbahasa Inggris, agar membantu teman-teman dari negara lain memahami secara garis besar apa yang ditulis di blog ini.
Bagi Anda yang ingin tahu, apa jenis browser yang digunakan:
1. Firefox 42%
2. Internet Explorer 29%
3. Chrome 15%
4. Safari 3%
5. Opera 3%
6. Mobile Safari 3%
7. Mobile 2%
8. Version 1%
9. Browser NG 1%
Pageviews berdasarkan Operating systems:
1. Windows 82%
2. Machintosh 5%
3. iPad 4%
4. Blackberry 3%
5. Android 1%
6. Linux 1%
7. Nokia 1%
Fakta di atas cukup menyenangkan. Minimal apa yang saya tulis, mungkin ada manfaatnya untuk orang lain. Dan ini membuat saya bertambah semangat -- dan beban moril -- supaya apa yang saya sajikan di sini memiliki data yang benar, independen, objektif, bisa dipertanggungjawabkan dan memiliki kredibilitas tinggi. Sesuatu yang tidak terlalu asing dan membutuhkan adaptasi khusus. Karena jenis pekerjaan yang saya geluti hampir 20 tahun, menuntut kualifikasi yang sama.
Not unexpectedly, from hobby and for fun: www.rumahcantik2a.blogspot.com, which starts from June 2011, it was consumed in 5 continents. This data was obtained from bloggers stats which can be accessed anyone.
Though the initial intention of making blogspot you are reading now, is that ideas about the renovation rumahcantik2A not lost or forgotten. For a personal hobby, and very grateful if could give a little inspiration to friends, companion or even people I did not know before.
And today, according to records blogger stats: www.rumahcantik2a.blogspot2A.com has been read by thousands of people. The majority are from our own country, be advised this blog using my native language, Indonesia. Surprisingly, it was also fairly routinely read by internet users from five continents. Five of the countries most often after Indonesia, is:
1. Malaysia
2. United Sates of America
3. Singapore
4. Japan
5. Germany
While the group netter that quite often from countries outside the top 15 are:
6. Nigeria
7. Canada
8. Greece
9. Netherland
10. Thailand
11. Latvia
12. Australia
13. Brazil
14. Sweden
15. Russia
16. Saudi Arabia
17. South Korea
18. Lebanon
It is unclear whether the netters who utilize the information of this blog is all Indonesian people who live abroad or not. Statistical feature blogger, can not detect it. One thing is for sure, Indonesian content can be easily translated with google translate software. Though of course the results are not 100% maximum. Netters could also just need to see photos and titles. That is why, now I deliberately chose the title rather frequently in English, to help friends from other countries to understand in outline what is written on this blog.
For those of you who want to know, what type of browser used:
1. Firefox 42%
2. Internet Explorer 29%
3. Chrome 15%
4. Safari 3%
5. Opera 3%
6. Mobile Safari 3%
7. Mobile 2%
8. Version 1%
9. Browser NG 1%
Pageviews based on Operating systems:
1. Windows 82%
2. Machintosh 5%
3. iPad 4%
4. Blackberry 3%
5. Android 1%
6. Linux 1%
7. Nokia 1%
Above fact quite fun. Minimum of what I write, it may be useful to others. And it makes me grow the spirit - and the moral burden - so what I present here has the correct data, independent, objective, accountable and have high credibility. Something that is not so difficult and requires special adaptation. Since this type of work am I in nearly 20 years, demanding the same qualifications.
Padahal niat awal pembuatan blogspot yang Anda baca sekarang, adalah agar ide dan gagasan tentang renovasi rumahcantik2A tidak hilang atau terlupakan. Untuk hobi pribadi, dan sangat bersyukur sekiranya bisa memberi sedikit inspirasi untuk sahabat, teman, handai taulan atau bahkan orang yang sebelumnya saya tidak kenal.
Dan hari ini, menurut catatan stats blogger: www.rumahcantik2a.blogspot2A.com telah dibaca oleh ribuan orang. Mayoritas memang dari negeri sendiri, maklum blog ini menggunakan bahasa ibu saya, Indonesia. Yang mengejutkan, ternyata juga cukup rutin dibaca oleh pengguna internet dari 5 benua. Lima besar negara paling sering setelah Indonesia, adalah:
1. Malaysia
2. United Sates of AMerica
3. Singapore
4. Japan
5. Germany
Sementara kelompok netter yang lumayan sering dari negara di luar 5 besar adalah:
6. Nigeria
7. Kanada
8. Yunani
9. Belanda
10. Thailand
11. Latvia
12. Australia
13. Brazil
14. Sweden
15. Russia
16. Saudi Arabia
17. Korea Selatan
18. Lebanon
Tidak jelas apakah netters yang memanfaatkan informasi blog ini adalah semuanya orang-orang Indonesia yang bermukim di luar negeri atau bukan. Fitur statistik blogger, tidak bisa mendeteksi hal tersebut. Satu hal yang pasti, content bahasa Indonesia bisa dengan mudah dialihbahasakan dengan software google translate. Meski tentu saja hasilnya tidak 100% maksimal. Juga bisa saja netters hanya butuh melihat-lihat foto dan judul. Itu sebabnya, kini sengaja saya agak sering memilih judul berbahasa Inggris, agar membantu teman-teman dari negara lain memahami secara garis besar apa yang ditulis di blog ini.
Bagi Anda yang ingin tahu, apa jenis browser yang digunakan:
1. Firefox 42%
2. Internet Explorer 29%
3. Chrome 15%
4. Safari 3%
5. Opera 3%
6. Mobile Safari 3%
7. Mobile 2%
8. Version 1%
9. Browser NG 1%
Pageviews berdasarkan Operating systems:
1. Windows 82%
2. Machintosh 5%
3. iPad 4%
4. Blackberry 3%
5. Android 1%
6. Linux 1%
7. Nokia 1%
Fakta di atas cukup menyenangkan. Minimal apa yang saya tulis, mungkin ada manfaatnya untuk orang lain. Dan ini membuat saya bertambah semangat -- dan beban moril -- supaya apa yang saya sajikan di sini memiliki data yang benar, independen, objektif, bisa dipertanggungjawabkan dan memiliki kredibilitas tinggi. Sesuatu yang tidak terlalu asing dan membutuhkan adaptasi khusus. Karena jenis pekerjaan yang saya geluti hampir 20 tahun, menuntut kualifikasi yang sama.
Not unexpectedly, from hobby and for fun: www.rumahcantik2a.blogspot.com, which starts from June 2011, it was consumed in 5 continents. This data was obtained from bloggers stats which can be accessed anyone.
Though the initial intention of making blogspot you are reading now, is that ideas about the renovation rumahcantik2A not lost or forgotten. For a personal hobby, and very grateful if could give a little inspiration to friends, companion or even people I did not know before.
And today, according to records blogger stats: www.rumahcantik2a.blogspot2A.com has been read by thousands of people. The majority are from our own country, be advised this blog using my native language, Indonesia. Surprisingly, it was also fairly routinely read by internet users from five continents. Five of the countries most often after Indonesia, is:
1. Malaysia
2. United Sates of America
3. Singapore
4. Japan
5. Germany
While the group netter that quite often from countries outside the top 15 are:
6. Nigeria
7. Canada
8. Greece
9. Netherland
10. Thailand
11. Latvia
12. Australia
13. Brazil
14. Sweden
15. Russia
16. Saudi Arabia
17. South Korea
18. Lebanon
It is unclear whether the netters who utilize the information of this blog is all Indonesian people who live abroad or not. Statistical feature blogger, can not detect it. One thing is for sure, Indonesian content can be easily translated with google translate software. Though of course the results are not 100% maximum. Netters could also just need to see photos and titles. That is why, now I deliberately chose the title rather frequently in English, to help friends from other countries to understand in outline what is written on this blog.
For those of you who want to know, what type of browser used:
1. Firefox 42%
2. Internet Explorer 29%
3. Chrome 15%
4. Safari 3%
5. Opera 3%
6. Mobile Safari 3%
7. Mobile 2%
8. Version 1%
9. Browser NG 1%
Pageviews based on Operating systems:
1. Windows 82%
2. Machintosh 5%
3. iPad 4%
4. Blackberry 3%
5. Android 1%
6. Linux 1%
7. Nokia 1%
Above fact quite fun. Minimum of what I write, it may be useful to others. And it makes me grow the spirit - and the moral burden - so what I present here has the correct data, independent, objective, accountable and have high credibility. Something that is not so difficult and requires special adaptation. Since this type of work am I in nearly 20 years, demanding the same qualifications.
Minggu, 02 Oktober 2011
ROASTER FOR 2A
Dua roaster dari bahan batu candi ini, sejatinya sudah ada di posisi sekarang sejak 2007. Kala itu, kami melakukan renovasi ringan pada rumah. Tepatnya, menambah satu lagi carport karena kami ketambahan kendaraan roda empat. Sayang sekali tiap hari si Vios baru tiap hari kepanasan atau kehujanan.
Setelah mencocokan dengan budget, akhirnya dipilih model beton cor sebagai atap. Ternyata budgetnya hampir sama apabila menggunakan atap policarbonat dengan tiang besi. Dengan model atap cor, suatu saat di atas dak, bisa digunakan untuk roof park. Yaitu membuat taman terbuka yang diletakkan di lantai atas.
Nah, di bagian dinding samping yang berbatasan dengan tetangga itu, kemudian temboknya dinaikkan sampai bertemu dengan atap. Pertimbangannya: simpel saja, supaya suara dan aktivitas antar tetangga, diminimalkan kadar mengusiknya. Maklum kami sama-sama punya anak kecil, dan memiliki jeritan luar biasa saat tertentu. Ya, marah atau nangis.
Sebagai pemanis, ditambahkan dua roaster dari bahan batu candi. Ordernya di jl Arjuna di daerah kebon Jeruk. Nama kios batu alam, "Putra Jaya". Mas Gandhi dan Rio sebagai pengelola "Putra Jaya" menyarankan untuk custom order. "Harganya sama kok." Tertarik, saya pun meminta mencatumkan nama puteri saya di masing-masing roaster.
Selama hampir 4 tahun, dua tulisan nama itu nyaris tidak pernah menarik perhatian. Sampai kemudian, saya menemukan ide spontan saat melihat Rebo melakukan proses coating untuk mempercantik dua batu candi itu.
Dua tulisan nama itu dicat sesuai warna kamar si anak. Sulung warna Kuning. Sementara si bungsu, selalu dengan pilihan Pink. Pasti ada sisa cat. Wong, butuhnya hanya sedikit. Bagi sebagian orang, cerita remeh-temeh ini mungkin tidak ada artinya. Namun bagi saya, cara ini adalah salah satu ungkapan rasa sayang seorang ayah kepada dua puterinya yang tidak mungkin luntur sedikit pun oleh perjalanan waktu atau kondisi sesulit apapun.
I love you my daughters
Update 2 Oktober
Sejumlah kerabat -- dan bahkan orang yang kebetulan lewat di depan rumah, dan sengaja mampir -- memberikan penilaian yang berbeda-beda terhadap rumah 2A yang jelas-jelas mengusung tema "Jengki Vintage".
Ada yang bilang jadi "sangat Njawani". Tapi ada juga yang bilang bergaya "kolonial". Sebagian menyebutnya "Aristokrat abizz". tapi ada juga yang agak terus terang menyebut "amburadul". Entah mana yang benar. Namun dengan beragam pendapat, justru JV jadinya memperlihatkan sisi lain yang tidak kalah menariknya bukan?
Saya tak kaget, karena material yang diaplikasi bermacam-macam. Dari batu paling murah dan marmer -- bahkan onyx paling mahal, semua ada. Satu yang tidak mungkin Anda temukan adalah keramik. Produk keramik paling mewah dan mahal sekalipun, tidak mungkin Anda temukan di proyek JV ini. Karena memang sejak awal, keramik masuk "zona larangan".
Material lain, seperti besi, ada yang buatan gres, tapi ada juga yang mungkin buatan industri kapal Titanic atau zaman majapahit. hehehe.. ada barang lungsuran atau kebetulan saya temukan di pasar loak yang awalnya mungkin terlihat tidak bernilai.
JAKET MARMER UNTUK POMPA AIR
Barangkali akan menimbulkan sinisme saat melihat pompa air ini. Kesannya mungkin berlebihan dan tuduhan OKB pun merebak. Tidak apa. Toh, yang tahu riwayatnya adalah saya, keluarga dan teman-teman yang tergabung tim Pak Agung Nurcahyo dan Pak Afung.
Cerita bermula dari ide Pak Amran untuk memindahkan pompa air dari sudut kiri belakang ke sudut kanan belakang. "Posisinya jadi sangat mengganggu untuk neaik ke tangga gudang dan jemuran," usul Amran, asal Sukabumi, tukang yang dianugerahi banyak talenta. Khususnya di bidang teknikal rumah. Right, dulunya tidak ada ruangan cucian dan gudang lantai atas. Melalui proyek JV, dibuatkan dak di atas tempat cucian. Jadilah ruang jemur tanpa atap di lantai atas, plus gudang (hasil peninggian kamar bibi). Bahkan ada bonus gudang di bawah toren air. Dulunya hanya ruang hampa, tidak ada fungsi.
Setelah pindah ke pojok kanan bawah, pompa air merek LG ternyata mengalami kerusakan. Hitung-hitung, akan rugi jika dipaksakan dengan perbaikan teknis. Biasanya umurnya tidak panjang. Sebagai gantinya, muncul pompa Air Shimizu, gres yang didapatkan dari Kenari Mas. Tipe PC 250 BIT. Harganya 30% lebih murah dibanding toko atau supermarket bangunan.
Karena teronggok di alam terbuka, bisa ditebak umur mesin pompa air Shimizu ini tidak akan berumur panjang. Paling tidak penyakit karat akan mudah menyerang. Untuk itu, disepakati dengan Pak Agung, dibuatkan rumah-rumah dari adukan dan batu semen. Sungguh terkejut karena ternyata, Sobur (anak buah Pak Agung) membuatkan rumah pompa air itu sangat serius. Kokoh, mirip bangunan biasa. Bedanya, atasnya dak lurus. Dindiding tembok dipercantik Rebo dengan siraman cat air Dulux wheatershield yang sisa.
Sementara untuk akses pengecekan, dibuatkan pintu. Kali ini Pak Samani yang bertugas. Bahan dari sisa kayu lama yang memang banyak tidak terpakai. Kadung mentereng, slut pengunci diambil dari merek RAFES England dari bahan stainless steel 304 antikarat.
Sampai di sini, rumah pompa air ini masih terasa biasa. Gagasan kilat muncul setelah melihat Diamond Klasny, marmer buatan warna cokelat dengan aksen bling-bling dicopot dari teras bawah, tidak ada satu pun yang pecah atau retak. Sayang benda bagus tidak terpakai, saya kemudian meminta Afung dan Gondrong untuk memanfaatkan Diamond Klasny sebagai aksen rumah pompa air. Lagi-lagi kejutan muncul, karena Gondrong membuatnya dengan sangat rapi dan mewah. "Dari pengalaman saya memasang marmer sekian tahun, ini pompa air dengan rumah paling mewah," sebut anak buah Gondrong.
Ah, daripada terbuang percuma, mending dimanfaatkan kan? Pasti tidak mubazir.
Cerita bermula dari ide Pak Amran untuk memindahkan pompa air dari sudut kiri belakang ke sudut kanan belakang. "Posisinya jadi sangat mengganggu untuk neaik ke tangga gudang dan jemuran," usul Amran, asal Sukabumi, tukang yang dianugerahi banyak talenta. Khususnya di bidang teknikal rumah. Right, dulunya tidak ada ruangan cucian dan gudang lantai atas. Melalui proyek JV, dibuatkan dak di atas tempat cucian. Jadilah ruang jemur tanpa atap di lantai atas, plus gudang (hasil peninggian kamar bibi). Bahkan ada bonus gudang di bawah toren air. Dulunya hanya ruang hampa, tidak ada fungsi.
Setelah pindah ke pojok kanan bawah, pompa air merek LG ternyata mengalami kerusakan. Hitung-hitung, akan rugi jika dipaksakan dengan perbaikan teknis. Biasanya umurnya tidak panjang. Sebagai gantinya, muncul pompa Air Shimizu, gres yang didapatkan dari Kenari Mas. Tipe PC 250 BIT. Harganya 30% lebih murah dibanding toko atau supermarket bangunan.
Karena teronggok di alam terbuka, bisa ditebak umur mesin pompa air Shimizu ini tidak akan berumur panjang. Paling tidak penyakit karat akan mudah menyerang. Untuk itu, disepakati dengan Pak Agung, dibuatkan rumah-rumah dari adukan dan batu semen. Sungguh terkejut karena ternyata, Sobur (anak buah Pak Agung) membuatkan rumah pompa air itu sangat serius. Kokoh, mirip bangunan biasa. Bedanya, atasnya dak lurus. Dindiding tembok dipercantik Rebo dengan siraman cat air Dulux wheatershield yang sisa.
Sementara untuk akses pengecekan, dibuatkan pintu. Kali ini Pak Samani yang bertugas. Bahan dari sisa kayu lama yang memang banyak tidak terpakai. Kadung mentereng, slut pengunci diambil dari merek RAFES England dari bahan stainless steel 304 antikarat.
Sampai di sini, rumah pompa air ini masih terasa biasa. Gagasan kilat muncul setelah melihat Diamond Klasny, marmer buatan warna cokelat dengan aksen bling-bling dicopot dari teras bawah, tidak ada satu pun yang pecah atau retak. Sayang benda bagus tidak terpakai, saya kemudian meminta Afung dan Gondrong untuk memanfaatkan Diamond Klasny sebagai aksen rumah pompa air. Lagi-lagi kejutan muncul, karena Gondrong membuatnya dengan sangat rapi dan mewah. "Dari pengalaman saya memasang marmer sekian tahun, ini pompa air dengan rumah paling mewah," sebut anak buah Gondrong.
Ah, daripada terbuang percuma, mending dimanfaatkan kan? Pasti tidak mubazir.
Granit TROPICAL BROWN from Italy
Setelah lama frustrasi dengan Diamond Klasny yang gagal bersinar di teras bawah, akhirnya marmer buatan (artificial) itu diputuskan dibongkar. Nelangsa melihat Diamond Klasny dengan warna cokelat tua dan ada percik bling-bling yang dibangga-banggakan itu, dicopot satu per satu tanpa sempat "mentas".
Si Gondrong dan pasukannya yang saya percayai melakukan pembongkaran, memang memiliki tangan cekatan. Hanya butuh beberapa jam, 6 lembar marmer Diamond Klasny -- masing-masing ukuran 1 meter per segi, sudah dicopot dari teras bawah. Hebatnya, tanpa ada satu pun yang pecah atau retak.
Bagi Anda yang agak bingung membaca uraian ini, ada baiknya Anda segera melihat subtema: "Marmer Diamond Klasny Gagal Total", beberapa item upload sebelumnya.
Proses mencari penggantinya, bukan perkara mudah. Ada rasa trauma, jeri dan takut gagal. Karena itu unsur kehati-hatian sangat mengemuka. Ada lebih 10 expert dari backround marmer yang dimintai pendapat. Saya merasa mendapatkan advice yang obyektif.
Tadinya melirik Travertine -- supaya serupa dengan penampakan dua tiang teras. Namun seorang rekan mengingatkan bahwa sesungguhnya Travertine masih turunan marmer, yang gampang rapuh dan buram apabila terkena sinar matahari langsung dan frontal. Dan tentu saja posisi teras bawah, apalagi posisi rumah menghadap Barat, selalu terkena sinar matahari dan percikan hujan.
Mau tak mau, jenis granit suddenly jadi prioritas. Yang masuk kandidat ada black gold, yakni granit hitam dengan aksen warna keeamasan. Varian black gold merupakan salah satu granit favorit di gedung-gedung megah di Jakarta. Termasuk sektor perhotelan, amussement centre, spa, entertainment, cafe-resto, dan perkantoran modern. Saking populernya, hati-hati bro, banyak produk KW dari Cungkok. Juga cukup menggoda varian Nero (hitam polos). Namun tetap masih enggan menjatuhkan pilihan, karena tidak ada satu pun ukuran slab yang mendekati bidang lantai teras, yaitu 200 x 300cm. Pengennya tidak ada sambungan. "Ah, mustahil pak. Tidak mungkin dapat ukuran marmer 2x3 meter utuh," skeptis seorang rekan di Rawasari.
Pucuk di cinta, ulam tiba. ketika feeling bekerja, tanpa ada rencana dan info apapun, saya menuju kawasan Korin di Cileungsi. Entah kenapa saya ke sana. Padahal sentra Marmer Granit itu, kalau bukan di Rawasari, Sunter, Pinagsia (sebelah utara Leindeteves), Daan Mogot, atau Tangerang dan sekitarnya.
Ciaaooo, saya kemudian menemukan Tropical Brown asal Italia. Ukurannya 195cm x 315cm. Dan jumlahnya limited. Katanya sisa proyek. Mengendap semalam di otak, besoknya, saya langsung melakukan transaksi -- tentu setelah melewati nego harga yang super-alot.
Jadilah Tropical Brown bertengger di teras. Sungguh indah, nyaris membentuk sel-sel 3D, dan kilapnya seperti cermin. Si gondrong memasangnya dengan sangat hati-hati, jiwa seni dan profesionalisme tinggi. Detik demi detik, saya menyaksikan pemasangan Granit raksasa itu. Berasa sayang ada moment terlewat. Kekurangan 5 cm, diakali gondrong dengan membuat lis sepanjang 12 cm. Jadilah Granit Marmer yang aslinya setebal 2 cm, tampak seperti 6 cm, dengan slab besar yang utuh membungkus lantai teras 2x3 meter. Takjub dan puas.
Si Gondrong dan pasukannya yang saya percayai melakukan pembongkaran, memang memiliki tangan cekatan. Hanya butuh beberapa jam, 6 lembar marmer Diamond Klasny -- masing-masing ukuran 1 meter per segi, sudah dicopot dari teras bawah. Hebatnya, tanpa ada satu pun yang pecah atau retak.
Bagi Anda yang agak bingung membaca uraian ini, ada baiknya Anda segera melihat subtema: "Marmer Diamond Klasny Gagal Total", beberapa item upload sebelumnya.
Proses mencari penggantinya, bukan perkara mudah. Ada rasa trauma, jeri dan takut gagal. Karena itu unsur kehati-hatian sangat mengemuka. Ada lebih 10 expert dari backround marmer yang dimintai pendapat. Saya merasa mendapatkan advice yang obyektif.
Tadinya melirik Travertine -- supaya serupa dengan penampakan dua tiang teras. Namun seorang rekan mengingatkan bahwa sesungguhnya Travertine masih turunan marmer, yang gampang rapuh dan buram apabila terkena sinar matahari langsung dan frontal. Dan tentu saja posisi teras bawah, apalagi posisi rumah menghadap Barat, selalu terkena sinar matahari dan percikan hujan.
Mau tak mau, jenis granit suddenly jadi prioritas. Yang masuk kandidat ada black gold, yakni granit hitam dengan aksen warna keeamasan. Varian black gold merupakan salah satu granit favorit di gedung-gedung megah di Jakarta. Termasuk sektor perhotelan, amussement centre, spa, entertainment, cafe-resto, dan perkantoran modern. Saking populernya, hati-hati bro, banyak produk KW dari Cungkok. Juga cukup menggoda varian Nero (hitam polos). Namun tetap masih enggan menjatuhkan pilihan, karena tidak ada satu pun ukuran slab yang mendekati bidang lantai teras, yaitu 200 x 300cm. Pengennya tidak ada sambungan. "Ah, mustahil pak. Tidak mungkin dapat ukuran marmer 2x3 meter utuh," skeptis seorang rekan di Rawasari.
Pucuk di cinta, ulam tiba. ketika feeling bekerja, tanpa ada rencana dan info apapun, saya menuju kawasan Korin di Cileungsi. Entah kenapa saya ke sana. Padahal sentra Marmer Granit itu, kalau bukan di Rawasari, Sunter, Pinagsia (sebelah utara Leindeteves), Daan Mogot, atau Tangerang dan sekitarnya.
Ciaaooo, saya kemudian menemukan Tropical Brown asal Italia. Ukurannya 195cm x 315cm. Dan jumlahnya limited. Katanya sisa proyek. Mengendap semalam di otak, besoknya, saya langsung melakukan transaksi -- tentu setelah melewati nego harga yang super-alot.
Jadilah Tropical Brown bertengger di teras. Sungguh indah, nyaris membentuk sel-sel 3D, dan kilapnya seperti cermin. Si gondrong memasangnya dengan sangat hati-hati, jiwa seni dan profesionalisme tinggi. Detik demi detik, saya menyaksikan pemasangan Granit raksasa itu. Berasa sayang ada moment terlewat. Kekurangan 5 cm, diakali gondrong dengan membuat lis sepanjang 12 cm. Jadilah Granit Marmer yang aslinya setebal 2 cm, tampak seperti 6 cm, dengan slab besar yang utuh membungkus lantai teras 2x3 meter. Takjub dan puas.
Langganan:
Postingan (Atom)






































